Berhubungan intim saat puasa bukan berarti dilarang ya? Yang penting adalah melakukannya pada waktu yang tepat. Inilah tips kelancaran ibadah dan tempat tidur yang aman.
Menahan rasa lapar, haus, dan syahwat sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari merupakan syarat wajib dalam berpuasa. Di bulan puasa, suami istri harus pandai-pandai menahan nafsunya, termasuk hasrat seksual. Namun bukan berarti melakukan hubungan seksual di bulan Ramadhan dilarang bukan?
Seks tetap aman selama bulan puasa, asalkan waktuitu harus benar. Tentunya kegiatan ini dilakukan setelah berbuka puasa, agar tidak berbuka. Selain itu juga membuat tubuh kita tetap berenergi dan bisa saling memuaskan.
Ayah dan Bunda juga tidak perlu merasa bersalah atau bersalah. Dalam surat Al-Baqarah ayat 187 tertulis:
“Dibolehkan bagimu pada malam puasa untuk bercampur dengan istri-istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan diri, tetapi Dia menerima taubatmu dan memaafkanmu. (Al Baqarah, 2:187)
Ayat ini dengan jelas menyebutkan bahwa suami istri diperbolehkan berhubungan badan pada malam Ramadhan. Namun, hal itu hanya berlaku mulai dari berbuka puasa maghrib (matahari terbenam) hingga waktu memulai puasa (fajar).
BACA JUGA: Variasi 100 Posisi Seks untuk Keintiman Suami Istri, Coba Malam Ini!
Tips Hubungan Intim di Bulan Puasa
Foto: Freepik
Agar ibadah Anda lancar dan tempat tidur Anda aman selama bulan puasa, cobalah tips berhubungan intim di bulan puasa berikut ini.
1. Lakukan pada malam hari
Seks sebaiknya dilakukan pada malam hari, setelah semua ibadah selesai. Perkiraan waktunya sekitar jam 10 malam yang memberikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan yang masuk agar tubuh berenergi dan isi perut tidak terlalu terguncang. Meski begitu, sebaiknya juga jangan melakukan hubungan seks terlalu larut malam. Hal ini untuk menghindari terganggunya waktu tidur di malam hari yang pada akhirnya membuat Anda semakin sulit bangun subuh.
2. Mempersingkat durasinya (Seks kilat)
Durasinya tidak perlu terlalu lama ya, Mommies. Cara lain yang bisa dicoba adalah seks cepat (quickie sex) yang bisa dilakukan sebelum sahur atau setelah sahur. Melakukan seks kilat di kamar tidur atau kamar mandi sehingga Anda dapat langsung mandi setelahnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah seks kilat terkadang hal itu mengesampingkan pemanasan. Jadi, pastikan vagina tidak kering saat penetrasi atau bisa juga menggunakan pelumas.
3. Rencanakan dengan Hati-hati
Terkadang aktivitas sehari-hari saat berpuasa membuat aktivitas seksual terabaikan. Belum lagi jika Anda masih mempunyai balita. Memang agak sulit mencuri waktu agar tetap bisa bermesraan dengan pasangan. Untuk itu, tidak ada salahnya merencanakan hal ini dengan matang. Misalnya, Bunda bisa memberikan kode-kode khusus kepada pasangannya untuk menikmati malam istimewa setelah berbuka puasa. Bekerja samalah agar anak Anda bisa tidur lebih awal dari biasanya, sehingga aktivitas seksual bisa dilakukan tidak terlalu larut malam.
4. Jaga asupan nutrisi sebelum “bertarung”
Agar tetap berenergi saat di tempat tidur, Anda perlu memperhatikan asupan nutrisi. Aktivitas seksual ternyata bisa membakar kalori tubuh. Hal tersebut diperkuat dengan penelitian Julie Frappier dan beberapa peneliti di Inggris yang bertajuk “Pengeluaran Energi Selama Aktivitas Seksual pada Pasangan Muda Sehat”. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2013 ini membuktikan bahwa aktivitas seksual mampu membakar kalori hingga 101 kkal untuk pria dan 69 kkal untuk wanita. Karena aktivitas seksual sangat menguras energi, ada baiknya dilakukan dua jam setelah berbuka. Jika Anda memaksakannya saat perut masih kosong, akibatnya Anda tidak bertenaga dan mudah lelah, sehingga pasangan Anda tidak merasa puas karena Anda kurang. habis-habisan.
5. Hilangkan Rasa Bersalah
Buang jauh-jauh anggapan kalau berhubungan seks di bulan suci itu dosa ya? Pahami bahwa yang berdosa adalah jika berhubungan seks sebelum waktu berbuka. Bunda tetap bisa menikmati waktu kebersamaan untuk mesra sepanjang bulan puasa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. Jadi tenang saja, jangan biarkan hal ini mengganggu rencana Anda malam ini bersama suami tercinta. Ingat, hal ini diperbolehkan dalam Al-Quran ya?
6. Tips Mandi Junub
“Aku ingin berhubungan seks, tapi mandi malam setelahnya membuatku malas.” Jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak berhubungan seks dengan pasangan. Harus diakui, terkadang mandi junub menjadi alasan kita tidak mengizinkan pasangan berhubungan intim di bulan puasa. Namun hal ini jangan dijadikan kendala. Sebab mandi junub tidak harus langsung dilakukan setelah aktivitas seksual selesai jika dilakukan pada malam hari. Mandi junub bisa dilakukan setelah sahur atau menjelang subuh agar tubuh lebih segar dan siap beraktivitas kembali.
7. Ketahui Batasan yang Diperbolehkan
Menurut laman Waqia Islam, interaksi romantis seperti berciuman, berpelukan, atau menyentuh yang tidak menimbulkan nafsu atau ejakulasi tidak membatalkan puasa, yang penting hati-hati jangan sampai melanggar batasan. Oleh karena itu mommy dan pasangan boleh saja bermesraan, namun tidak disarankan melakukannya pada siang hari agar tidak menimbulkan birahi.
8. Tidak Ada Hubungan Saat Itikaf
Dalam surat Al-Baqarah ayat 187 juga tertulis, “… Namun, janganlah kamu mencampurkannya ketika kamu (dalam situasi) melakukan itikaf di masjid. Jadi, jika suami atau istri melakukan iktikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, maka dilarang melakukan hubungan seksual bahkan pada malam hari.
9. Komunikasi dan Manajemen Waktu
Komunikasi dan manajemen waktu yang baik membantu pasangan suami istri menjaga puasa sekaligus memenuhi kebutuhan biologisnya secara halal, seperti dikutip dari Islamic Waqia. Diskusi terbuka tentang harapan, batasan, dan tujuan spiritual masing-masing.
BACA JUGA: 7 Posisi Seks Bagi Penderita Nyeri Sendi Lutut agar Tetap Nyaman dan Intim
Maksudnya, dengan perencanaan yang matang, berhubungan seks saat puasa tetap bisa dilakukan tanpa berbuka. Sebaliknya, agar puasa berjalan lancar di siang hari, sebaiknya hindari aktivitas yang dapat merangsang nafsu. Misalnya saja mencium pasangan, menonton film dengan adegan seksual dan hal-hal lain yang berpotensi membangkitkan hasrat seksual.
Ditulis: Aprilia Ramdhani
Diperbarui: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Editor: Katharina Meng
Sampul: Freepik
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film