Mommies Daily – 10 Standar Kecantikan Paling Unik di Dunia, Bakal Bikin Geleng-geleng Kepala!


Standar kecantikan rupanya berbeda-beda di setiap daerah dan negara, namun banyak juga yang aneh dan unik seperti yang ada di daftar berikut ini!

Kalau bicara soal standar kecantikan, apa yang mommies bayangkan? Cantik, putih, dan tinggi? Mungkin itu standar kecantikan di Indonesia, namun di era digital dan globalisasi saat ini, tentu Anda tahu bahwa standar kecantikan di seluruh dunia berbeda-beda.

Wanita khususnya menjadi sasaran standar kecantikan ini. Bahkan untuk mencapai standar tersebut diperlukan serangkaian perawatan yang tidak murah dan terkadang menyiksa. Ya, sejak peradaban manusia ada, wanita telah menjalani berbagai macam perawatan kecantikan yang aneh.

BACA JUGA: 5 Jenis Operasi Plastik untuk Kesehatan, Bukan Hanya untuk Kecantikan

10 Standar Kecantikan Ini Akan Membuat Anda Menggelengkan Kepala

Nah, sekarang kita akan membahas beberapa standar kecantikan paling aneh di dunia. Adakah yang sudah familiar dan pernah dilakukan oleh Mommies?

1. Kaki super kecil, Tiongkok

Foto: Instagram @historyphotographed

Standar kecantikan ini sempat viral karena dalam banyak foto digambarkan kondisi kaki anak perempuan di China rusak karena sengaja dibentuk agar pertumbuhannya terhambat. Dahulu kala di Tiongkok, kaki kecil dianggap sebagai simbol kecantikan utama.

Ada praktik yang disebut Teratai Emas, yang melibatkan anak perempuan membedung kaki mereka. Latihan ini membuat jari-jari kaki ditekuk ke bawah dan tumit didorong ke dalam. Hasilnya? Kaki kecil berukuran tiga inci dipercaya membuat wanita semakin anggun dan menarik.

2. Gigi Hitam, Jepang

Foto: Instagram @borninfluenced

Tahukah Anda bahwa pada zaman dahulu di Jepang, gigi hitam dianggap cantik dan anggun. Membingungkan ya, karena saat ini gigi hitam merupakan tanda kurang menjaga kebersihan. Nah, amalan ini disebut ohaguro. Biasanya bangsawan Jepang dan wanita yang sudah menikah mewarnai giginya menjadi hitam dengan menggunakan campuran khusus. Semakin gelap, semakin baik, lho.

3. Diet Cacing Pita, Eropa

Foto: Pexels

Pada abad ke-19, beberapa wanita di Inggris zaman Victoria mencoba diet yang disebut ‘diet cacing pita’. Eh, agak menjijikkan ya, tapi ini benar-benar terjadi lho. Mereka menelan pil yang mengandung bayi cacing pita dan berharap cacing tersebut akan memakan kelebihan kalori.

Tentu saja ilmu pengetahuan semakin bertambah dan Mommies tentu tahu bahwa hal ini tidak akan berakhir dengan baik. Cacing pita tumbuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

4. Mengeringkan darah sehingga wajah tampak putih atau pucat?

Pada abad ke-6, kulit pucat menjadi tren di kalangan wanita bangsawan Eropa. Demi mendapatkan penampilan pucat agar kulit wajahnya putih, sebagian wanita rela melakukan hal ekstrem! Mereka rela menguras darahnya sendiri agar terlihat lebih putih.

Tentu ini bukan trik kecantikan yang sehat bukan? Namun gagasan tentang kulit pucat dan halus tetap populer selama berabad-abad.

5. Mesin pembuat lesung pipi, Amerika

Foto: Instagram @dimpledug

Rupanya lesung pipit dianggap sebagai fitur yang indah. Sampai saat ini anggapan tersebut masih tetap ada lho, Bu. Nah, pada tahun 1930an Isabelle Gilbert menciptakan mesin lesung pipit. Alat ini dipasarkan sebagai tren kecantikan terkini, namun sama sekali tidak nyaman.

Mesin tersebut terdiri dari ikat kepala dengan alat yang menekan pipi untuk membuat lesung pipit palsu.

6. Tulang tengkorak panjang suku Maya

Pada zaman dahulu di Amerika Tengah, suku Maya mempunyai standar kecantikan yang unik, yaitu kepala yang panjang dan berbentuk lonjong. Untuk mencapai hal tersebut, orang tua akan mengikatkan papan atau alat di sekeliling kepala bayinya saat tulangnya masih lunak. Jadi bisa terbentuk seiring berjalannya waktu.

Konon memiliki tengkorak yang panjang dianggap sebagai tanda kecantikan dan status, menandakan bahwa seseorang berasal dari keluarga penting.

7. Wig rambut super besar

Foto: Instagram @conde.nasty

Pernahkah Anda menonton film Marie Antoinette? Dalam film ini, Kirsten Dunst memakai wig yang besar dan panjang. Pada Abad Pertengahan, wig ini sangat populer.

Karena banyak yang tidak bisa menumbuhkan rambut tebal, mereka memakai wig besar yang terbuat dari bingkai kayu dan bulu binatang. Sayangnya wig tersebut seringkali tidak bersih bahkan mengundang hewan kecil seperti tikus untuk bersarang di dalamnya!

8. Dahi lebar pada masa Renaisans

Pada masa Renaisans, banyak wanita percaya bahwa memiliki dahi yang tinggi dan lebar akan membuat mereka terlihat cantik dan cerdas. Mirip dengan pendapat di Indonesia bahwa dahi yang lebar itu pertanda kecerdasan ya.

Untuk mendapatkan tampilan ini, mereka akan mencabut atau mencukur garis rambut mereka. Bahkan terkadang alis membuat dahi terlihat lebih besar.

9. Leher panjang

Foto: Instagram @velitgazel

Di kalangan suku Kayan di Myanmar dan Thailand, leher panjang sudah lama menjadi simbol kecantikan. Sejak usia dini, anak perempuan mulai memakai kalung tembaga di leher mereka. Jadi, seiring berjalannya waktu, kalung tersebut menekan bahu dan tulang selangkanya, sehingga menciptakan ilusi leher yang lebih panjang.

10. Anjing, Jepang

Foto: Pinterest

Hingga saat ini, sebagian wanita Jepang memilih memiliki gigi taring karena dianggap lucu! Tren ini disebut yaeba dan dianggap menarik karena memberikan senyuman yang lucu. Ada yang asli, ada juga yang datang ke dokter gigi karena permintaan khusus untuk mengikir giginya.

BCA JUGA: Ingin cantik tanpa riasan? Pelajari formula perawatan kulit berikut ini!

Ditulis oleh : Imelda Rahma

Sampul: Freepik



Agen Togel Terpercaya

Bandar Togel

Sabung Ayam Online

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel