Film Pangku karya Reza Rahadian merupakan kisah inspiratif tentang kehidupan seorang ibu tunggal di kawasan Pantura yang penuh perjuangan dan stigma.
Menonton film Pangku lebih dari sekedar hiburan, namun terasa seperti pengalaman reflektif yang mendekati kehidupan nyata. Menyoroti perjuangan seorang single mother, Sartika (Claresta Taufan) yang berusaha mencari penghidupan lebih layak bagi dirinya dan anaknya, Bayu (Shakeel Fauzi) di kawasan Pantai Utara (Pantura).
Film ini berkisah tentang perjuangan seorang single mother yang tidak punya banyak pilihan hingga mengantarkan Tika menjadi “Wanita Kopi Pangku”, sebuah kenyataan yang tidak asing lagi di wilayah Pantura dan sudah dipraktikkan sejak lama. Bukan sekedar berjualan kopi, tapi harus digosok dan dipijat, sembari digendong oleh para supir bus yang mampir untuk istirahat di warung tersebut.
Sebuah fenomena ironis yang harus dilakukan Tika, seringkali saat anak kecilnya sedang menonton. Pelajaran dan pengingat apa yang bermakna dari film ini?
BACA JUGA: Kuis Ayah: Dari Tokoh Film dan Drama Korea, Mana yang Paling Mirip Suamimu?
Potret Nyata Kemiskinan Struktural
Mirisnya, Tika adalah potret nyata perjuangan para single mother di Indonesia yang banyak di antaranya masih berada di garis kemiskinan struktural. Kemiskinan perempuan akan mencapai 9,20 persen pada tahun 2024 (BPS). Artinya, masih terdapat 8,71 juta perempuan dan 3,97 juta anak perempuan yang hidup dalam kemiskinan dan menjadi tugas besar Pemerintah untuk mengatasinya.
Dalam 5 tahun terakhir (2021-2025), Anggaran Perlindungan Sosial rata-rata mencapai Rp270 triliun (12%) dari total Belanja Pemerintah Pusat, namun hal ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kemiskinan yang dihadapi perempuan (Seknas Fitra).
Kerja keras bukanlah satu-satunya jawaban, karena sulitnya masyarakat memanfaatkan sumber daya alam yang ada, serta ketergantungan kelompok miskin terhadap kelompok masyarakat yang mempunyai kelas sosial ekonomi lebih tinggi sehingga mereka yang hidup dalam kemiskinan akan tetap miskin, seperti terlihat jelas dalam film Pangku.
Foto: Instagram @filmpangku
Sistem hukum dan kebijakan negara belum berpihak pada ibu tunggal
Kemiskinan marginal juga menunjukkan bahwa rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan lebih rentan berada dalam kondisi sulit, akibat berbagai stigma masyarakat dan kebijakan hukum yang tidak berpihak pada ibu tunggal. Selain mencari nafkah, Tika juga berjuang agar anak-anaknya bisa bersekolah demi menaikkan strata dan taraf ekonominya.
Namun keadaan menjadi sulit ketika pihak sekolah menanyakan nama ayah dan akta kelahiran anak tersebut. Kenyataannya, single mother masih menjadi pihak yang seringkali dirugikan, termasuk dalam pengurusan akta kelahiran anak yang harus menyertakan kartu keluarga dan akta nikah, yang tentunya membebani single mother di luar nikah, misalnya korban perkosaan, nikah siri atau kasus-kasus lain yang tidak berpihak pada perempuan.
Ibu Tunggal Menanggung Beban Finansial dan Emosional Keluarga
Beban ibu tunggal juga terjadi pada saat perceraian, perpisahan atau memiliki anak di luar nikah, dimana kewajiban nafkah seringkali hanya sekedar formalitas mengetuk palu di pengadilan, atau bahkan sang ayah bebas meninggalkan rumah tanpa melalui proses hukum apapun. Minimnya intervensi pemerintah dalam menjamin perlindungan kesejahteraan ibu dan anak.
Seperti yang dialami Tika, segala perjuangan dijalani tanpa banyak bantuan dari pihak lain, apalagi Negara dan Pemerintah. Kecuali dukungan dari Ibu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai Kopi Pangku, sesama perempuan marginal, yang rela menampung keluarga Tika di rumah sederhana yang ia tinggali bersama suaminya.

Foto: Instagram @filmpangku
Sistem dan Budaya Patriarki yang Merugikan Perempuan dan Ibu Tunggal
Perjuangan Tika tidak berhenti sampai di situ. Ketika tawaran harapan baru datang dari seorang sopir bus yang seolah menjanjikan kehidupan lebih baik, Tika kembali harus menelan kekecewaannya karena ia hanya menjadi objek pencapaian keinginan Hadi (Fedi Nuril).
Sebagai seorang single mother yang berada di garis kemiskinan, ia terpaksa harus tunduk pada budaya patriarki yang mengagungkan kehadiran laki-laki demi kehidupan yang lebih layak. Janji pemberian modal untuk menjual mie ayam dan bantuan pengurusan surat-surat anak dinilai menjadi penyelamat hidup Tika. Sebab, ia bukan lagi perempuan Kopi Pangku yang akrab dengan prostitusi.
Tradisi Eksploitasi Perempuan
Tradisi Kopi Pangku tidak terjadi dalam semalam, melainkan sudah dimulai sejak lama dari Pelabuhan Semarang dan sekitarnya pada abad ke-19 (Hartanto & Hudiyanto, 2023) dan dipertahankan hingga saat ini. Fenomena ini seringkali dianggap sebagai cerminan dari tekanan ekonomi yang dialami banyak perempuan di wilayah Pantura, dan seringkali menjadi awal dari transaksi seksual yang penuh dengan eksploitasi terhadap perempuan.
Penilaian Bias Gender terhadap Perempuan dan Ibu Tunggal
Film ini berlanjut ketika Tika yang menjadi korban justru yang disalahkan dan diusir dari rumah, sedangkan Hadi yang selingkuh tidak mendapat akibat berarti. Fakta yang harus dihadapi oleh perempuan, khususnya single mother, adalah merekalah yang sering disalahkan jika terjadi pelanggaran hukum dan adat.
Awal film juga memperlihatkan penilaian masyarakat terhadap perempuan yang menyudutkan dan merendahkan. Melalui adegan pengemudi mobil ride-hailing menurunkan Tika karena dianggap sial karena mobilnya mogok. Perempuan, khususnya single mother, seringkali dianggap sebagai warga negara sekunder, tidak mempunyai banyak pilihan dan suara, apalagi kesetaraan kedudukan di ranah publik.
Tika hanyalah salah satu fenomena perjuangan para single mother di Indonesia yang bertahan sekuat tenaga untuk tetap utuh, berjuang sendirian dalam diam, hanya diiringi harapan demi anak yang mereka cintai dengan sepenuh hati, meski diterpa berbagai kritik, sistem hukum, dan kebijakan yang mengesampingkan mereka.
BACA JUGA: 10 Film Keluarga Terbaik Menurut Produser Film JUMBO
Menutupi: Instagram @filmpangku
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel