Mommies Daily – Gaya hidup melalui 10 kebiasaan ini bisa mencegah stroke


Penyakit ini bisa datang kapan saja tanpa peringatan, namun pola hidup sehat berikut ini bisa membantu Anda mencegah penyakit stroke. Coba lihat, mana yang sudah kamu lakukan?

Saya rasa kita tidak perlu kaget lagi ya, penyakit stroke itu bisa menyerang kita kapan saja. Ini bukanlah hal baru. Di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ada 70 kasus stroke per tahun pada pasien berusia 20-30 tahun, termasuk yang memiliki gaya hidup sehat dan bugar. Direktur Utama RS PON dr Adin Nulkhasanah Sp, S, MARS menjelaskan, kasus stroke tidak selalu dikaitkan dengan penyebab ‘klasik’ seperti pola hidup tidak sehat dengan riwayat penyakit penyerta, karena penyakit mematikan ini juga dilatarbelakangi oleh kelainan genetik. Sebagai seseorang yang masih kuat menjalani hidup, yuk cegah stroke lewat 10 kebiasaan ini!

1. Lebih mencintai tubuh Anda

Bukan hanya dengan diberikan pengobatan setiap bulannya lho. Mencintai tubuh mempunyai arti yang sangat luas. Tapi, mulai dari yang paling jelas ya? Jika Anda mencintai tubuh Anda sendiri, berarti Anda akan memilih apa yang bisa masuk ke dalam tubuh Anda. Rokok? Alkohol? Jelas berbahaya. Tidak bisakah kamu berhenti sepenuhnya? Mulailah saja dulu! Dijamin bukan hanya sahabat yang akan mendukungmu, tapi semesta akan selalu membukakan jalannya.

2. Memahami pengertian “makanan sehat”

Dalam unggahannya di InstagramDion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K─seorang dokter yang terkenal dengan penjelasannya yang lugas dan mudah dipahami tentang mitos kesehatan—membahas tren makanan asli Dan bebas gluten yang kini dianggap sebagai “kasta” tertinggi makanan sehat. Padahal, menurutnya, tidak ada yang salah dengan pola makan kita sehari-hari. Makanan asli Artinya, bahan makanan yang masih mendekati bentuk aslinya, belum tentu direbus tanpa tambahan bumbu apa pun. Apapun cara memasaknya—direbus, digoreng, dibakar, bahkan digoreng—tidak masalah asal gizinya seimbang: cukup karbohidrat, serat, dan protein. Bahkan konsumsi makanan olahan Ibarat roti, tidak serta merta membuat tubuh menjadi tidak sehat, asalkan porsinya tetap terjaga dan kita memahami kebutuhan tubuh kita sendiri.

3. Mengatur tingkat kepuasan saat “menyontek”

Tidak apa-apa jika kita merasa kebutuhan sehari-hari tidak lengkap tanpa kopi. Hanya saja kita perlu mengatur cara mengonsumsi kopi. Satu gelas kopi dengan tambahan gula dan susu sehari sudah cukup, lebih nikmat lagi jika Anda menyukai Ice Americano alias kopi hitam tanpa tambahan gula. Meski Anda menganggap mengonsumsi kopi adalah sebuah kewajiban sehari-hari, bukan berarti sarapan lengkap hanya dengan secangkir kopi, tanpa mengonsumsi makanan lain. Begitu juga dengan jajanan, mulai dari kue kering, martabak, hingga gorengan, semuanya boleh dinikmati, asalkan tidak. dikonsumsi berlebihan.

4. Sadar diri, batasi diri

Tidak ada salahnya mengonsumsi gula atau garam. Namun semuanya perlu dikonsumsi secara bijak dan sadar, apalagi jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) yang biasanya baru diketahui saat pemeriksaan atau saat Anda sedang menjalani pemeriksaan ketika terdapat keluhan tertentu. Kalau di ranah ini berarti perlu ada batasannya. Namun, saat ini semakin banyak alternatif yang bisa Anda gunakan sebagai pengganti gula dan garam dengan bahan yang lebih sehat. Misalnya, mulailah mengganti es teh manis Anda dengan madu dan tambahan lemon, biasakan mengonsumsi makanan dengan garam lebih sedikit dari sebelumnya. Jika dokter menyatakan Anda harus rutin mengonsumsi obat darah tinggi, maka terimalah perubahan ini dengan lapang dada, dengan tetap menjalani pola hidup yang lebih sehat.

5. Bergerak yang bukan merupakan asal mula terjadinya gerakan

Berjalanlah setiap hari, bahkan karena tuntutan sebagai pribadi komutermasih berguna. Namun, aktivitas fisik tidak berhenti sampai di situ. Idealnya, Anda tetap perlu menyisihkan waktu untuk latihan kekuatan otot dan kardio (lari atau jalan cepat). Keduanya merupakan jenis olahraga yang wajib dilakukan, selebihnya bersifat opsional. Anda bisa melakukannya olahraga sosial seperti futsal, basket atau padel. Menariknya, meningkatnya tren olahraga akhir-akhir ini menunjukkan bahwa meluangkan waktu untuk bergerak kini telah menjadi bagian penting dari gaya hidup modern. Bu, apakah Bunda sudah mengikuti tren apa pun?

6. Berinvestasi melalui tidur

Tidur yang cukup minimal 7 jam. Namun, tujuh di sini bukan sekadar angka. Pada fase tidur nyenyak, otak memutar ulang ingatan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mengatur kadar gula dan tekanan darah. Tanpa tidur yang cukup, tubuh tidak dapat bekerja maksimal menjalankan fungsinya sehingga bisa terganggu. Di sinilah risiko penyakit seperti stroke, hipertensi, dan depresi meningkat.

7. Waktu Henti sebelum tidur

Di dalam siniar Radityadika, Aderai yang saat itu menjadi bintang tamu menjelaskan aturan kualitas tidur dengan metode “10-3-2-1”, yaitu:

  • 10 jam sebelum tidur: Hindari minum alkohol.
  • 3 jam sebelum tidur : Jangan makan makanan berat atau berlebihan.
  • 2 jam sebelum tidur: Berhenti bekerja dan kurangi aktivitas yang membuat stres.
  • 1 jam sebelum tidur: Jauhkan semua layar elektronik (ponsel, laptop, TV) dan lakukan aktivitas santai.

8. Stres tidak perlu dihindari, tapi kelola dengan baik

Saat ini, siapa yang bisa menerima begitu saja setiap kali ada orang lain, bahkan seorang dokter, yang memberikan pesan, “Jangan stres ya?”, karena tidak ada seorang pun yang mau stres dan berusaha menghindari stres adalah hal yang hampir mustahil dilakukan saat ini. Jadi, yang perlu dilakukan adalah mengelola stres. Salah satunya dengan memahami tanda-tanda stres yang muncul sehingga kita bisa mengatasinya dengan baik.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Orang Tua Mengalami Stres, Penyebabnya, dan Cara Mengatasinya!

9. Harus mempunyai minimal 1 hobi yang positif

Banyak sekali hobi positif yang bisa dipilih lho, Bu. Berkebun, membaca, melukis, merajut, yoga, meditasi, membuat jurnal, mendengarkan dan menikmati musik, menjalani ritual dengan aromaterapi, bermain puzzle, berjalan dengan anabul, dan masih banyak lagi. Pastikan Anda memiliki cara tersendiri untuk menikmati aktivitas yang melatih konsentrasi, menata pikiran dengan baik sadardan terhubung dengan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini penting bagi kita untuk terus menjaga kesehatan mental, agar kita tidak mudah stres saat menghadapi berbagai tantangan hidup.

Baca juga: Bebas Stres, Ini Tips Efektif Jaga Kesehatan Mental Single Parents Menurut Psikolog

10. Tidak hanya medical check up, tapi juga brain check up

Dr Adin juga menjelaskan pentingnya melakukan pemeriksaan otak, seperti MRI, MRA dan CT angio. Padahal, jika sebelumnya Anda memiliki indikasi medis, pemeriksaan ini bisa dilakukan secara gratis di RS PON bersama BPJS Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan otak ini penting dilakukan karena berdasarkan kasus yang terjadi pada pasien, tidak jarang ada orang yang merasa rajin berolahraga, tidak menderita diabetes, tidak menderita hipertensi, rutin memeriksakan kesehatan, namun tiba-tiba terkena stroke. Dr Adin menyarankan, “Pemeriksaan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, melainkan pemeriksaan otak, untuk melihat kondisi pembuluh darah di otak.”

Dari 10 cara di atas, mana yang sudah menjadi kebiasaan Bunda?


News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door