Mommies Daily – Pasangan Terlalu Sibuk? Ketahui 10 Bahaya Jarang Bercinta!


Enak, menyehatkan juga, itulah manfaat bercinta. Nah, jika Anda jarang bercinta, ternyata berbahaya bagi kesehatan. Tidak ingin hal itu terjadi bukan?

Alasan tidak bercinta, mulai dari yang karena kondisi, hingga yang dibuat-buat (misalnya karena malas), memang banyak. Kalau tidak bisa bercinta karena sudah lama tidak mempunyai momongan, ASI masih kuat, sakit atau isolasi mandiri, itu wajar banget kan? Namun jika alasannya sibuk, malas, terlalu lelah, itulah hal-hal yang harus Anda cari solusinya agar bisa bercinta kembali. Mengapa? Ternyata jarang bercinta bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut para ahli, “puasa” untuk berhubungan seks terlalu lama bisa berdampak pada kesehatan dan hubungan. Meski frekuensi bercinta setiap orang berbeda-beda dan tidak ada patokan bakunya, para ahli menyarankan setidaknya seminggu sekali harus ada aktivitas seksual. Pasangan yang rutin melakukan hubungan seksual maka tubuhnya akan lebih sehat, hubungan perkawinannya juga akan semakin harmonis.

BACA JUGA: 7 Cara Berhubungan Seks Cepat dan Tanpa Kebisingan Saat Rumah Ramai Bersama Keluarga

10 Bahaya Bagi Kesehatan Jika Jarang Bercinta

Foto: studio cottonbro/Pexels

Artikel WebMD yang direview langsung oleh para ahli Melinda Ratini Dan Mohammad Juber menyatakan bahwa “puasa” saat bercinta dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas sehari-hari. Inilah bahaya jarang bercinta:

1. Risiko Kecemasan dan Stres

Seks menyebabkan tubuh kita melepaskan hormon, seperti oksitosin dan endorfin, yang dapat membantu kita mengelola efek stres. Oksitosin juga berguna untuk membantu Anda tidur. Jika kita jarang bercinta, otomatis hormon-hormon tersebut tidak terdistribusi sehingga kita berisiko lebih mudah stres.

2. Penurunan Memori

Penelitian menunjukkan bahwa ada tanda-tanda bahwa seks dapat membantu otak mengembangkan neuron dan bekerja lebih baik secara umum, sehingga rutin berhubungan seks diyakini dapat membuat daya ingat seseorang menjadi lebih baik. Nah, bayangkan jika Anda jarang bercinta, kemungkinan besar kualitas ingatan Anda akan menurun. Penelitian mengenai hal ini masih terus berlanjut.

3. Hubungan dengan pasangan lebih tegang

Jarangnya kontak fisik dengan pasangan otomatis menurunkan tingkat keintiman. Hubungan Anda dengan pasangan terasa jauh, tegang, dan akhirnya bisa renggang. Karena stres tidak dilepaskan melalui bercinta, emosi bisa menjadi lebih tidak stabil, Anda bisa lebih rentan bertengkar dengan pasangan,

Di sisi lain, seks teratur terbukti membuat seseorang merasa dekat secara emosional dengan pasangannya, meningkatkan komunikasi, membuat emosi lebih stabil, sehingga mempererat hubungan. Pasangan yang lebih sering berhubungan seks cenderung mengatakan dirinya lebih bahagia dibandingkan mereka yang lebih jarang berhubungan seks.

4. Daya tahan tubuh dan daya tahan tubuh menurun

Berhubungan seks secara teratur dapat membantu tubuh melawan penyakit; Jadi jika Anda jarang melakukannya, Anda lebih berisiko terkena penyakit seperti pilek dan sejenisnya. Dalam sebuah penelitian, orang yang berhubungan seks satu hingga dua kali seminggu terbukti memiliki tingkat antibodi tertentu (disebut imunoglobulin A) yang lebih tinggi yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

5. Kekeringan vagina

Bagi wanita yang mengalami menopause, mereka mungkin lebih enggan melakukan hubungan seksual karena rasa tidak nyaman akibat vagina yang lebih kering. Padahal, jika Anda berhenti bercinta meski sudah menopause, justru akan memperburuk kesehatan vagina. Vagina bisa mengencang dan jaringannya menjadi tipis dan Anda lebih mungkin mengalami cedera, robekan, atau bahkan pendarahan saat berhubungan seks. Jadi jika Anda sudah menopause, tetaplah bercinta, gunakan pelumas agar tetap nyaman.

Pasangan Terlalu Sibuk? Ketahui 10 Bahaya Jarang Bercinta!

Foto: studio cottonbro/Pexels

6. Meningkatkan risiko kanker prostat

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan hampir 30.000 pria menunjukkan bahwa, mereka yang ejakulasi lebih dari 21 kali sebulan memiliki rata-rata peluang lebih rendah terkena kanker prostat selama hidupnya, dibandingkan dengan mereka yang ejakulasi empat hingga tujuh kali sebulan.

7. Risiko Disfungsi Ereksi

Belajar dari Jurnal Kedokteran Amerika Dikatakan, pria yang jarang berhubungan seks lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang rutin melakukannya. Kalau dikaitkan dengan disfungsi ereksi dan kanker, sungguh menakutkan bukan? Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menunda berhubungan seks. Cuss, jadwalkan malam ini bersama pasanganmu!

8. Tekanan Darah Bisa Meningkat

Aktivitas seksual diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Hal ini masuk akal karena seks melibatkan gerakan fisik yang menyerupai latihan aerobik ringan sekaligus melatih otot. Selain itu, seks juga membantu meredakan kecemasan dan meningkatkan perasaan positif. Kombinasi aktivitas fisik dan efek relaksasi berperan dalam menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

9. Lebih sulit tidur

Jika tidak berhubungan seks, tubuh akan kehilangan pelepasan hormon yang berperan membantu Anda tidur lebih nyenyak, seperti prolaktin dan oksitosin. Pada wanita, bercinta juga memicu peningkatan estrogen yang selanjutnya menunjang kualitas istirahat.

Di sisi lain, tidur malam yang cukup dan berkualitas juga bisa meningkatkan gairah. Saat tubuh terasa segar dan bugar, keinginan untuk kembali aktif secara seksual cenderung muncul dengan sendirinya.

10. Tubuh kurang bergerak

Kurangnya aktivitas seksual juga bisa membuat tubuh kurang bergerak. Saat berhubungan seks, tubuh membakar sekitar 5 kalori per menit, setara dengan berjalan cepat. Kebutuhan oksigen pun meningkat, hampir sama seperti saat berkebun atau menuruni tangga.

Meski terdengar sepele, namun dampak pembakaran kalori ini akan terasa jika dilakukan secara rutin dalam jangka panjang. Ditambah lagi, bercinta bisa membantu menjaga kesehatan mental. Ketika suasana hati seseorang lebih baik, ia cenderung lebih termotivasi untuk aktif bergerak dan melakukan aktivitas fisik lainnya, seperti olahraga ringan, hiking, atau melakukan pekerjaan rumah.

BACA JUGA: Libido Anda Turun Saat Liburan? Begini Cara Mengatasi Kemerosotan Seks Saat Liburan Tanpa Drama

Pengarang: Sisca Christina
Diperbarui oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Redaktur: Dhevita Wulandari

Menutupi: studio kapasbro/Pexels


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film