Mommies Daily – Gejala dan Penyebab Mata Malas pada Anak, serta Cara Mengatasinya


Apakah anak Anda sering terlihat bergelombang dan matanya tidak terlihat sejajar? Bisa jadi anak tersebut mengalami mata malas. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Beberapa waktu lalu, media sosial sedang ramai dengan tren “mata malas” atau mata malas. Tren ini dilakukan dengan menutup salah satu mata sambil menggerakkan mata lainnya. Mata yang tadinya tertutup kini terbuka. Kemudian lihat apakah selaras dengan mata terbuka.

Apa itu Mata Malas?

Mengutip dari Clevel and Clinic, Malas mata atau yang secara medis disebut Amblyopia, merupakan suatu kondisi mata yang mempengaruhi kemampuan melihat dengan jelas melalui kedua mata.

Kondisi ini biasanya dialami saat anak masih bayi hingga sekitar usia 7 tahun dan bisa bertambah parah jika tidak segera ditangani.

BACA JUGA: Sering Mengalami Mata Lelah? Inilah 7 Buah Kaya Nutrisi untuk Menjaga Kesehatan Mata

Penyebab Mata Malas

Mata malas dapat menyebabkan penderitanya mengalami perbedaan kualitas atau fokus penglihatan antara mata kanan dan mata kiri.

Secara garis besar penyebabnya dikelompokkan menjadi:

Foto: 8foto/Freepik

1. Jangan gunakan kacamata

Mata malas bisa muncul ketika seseorang yang seharusnya memakai kacamata namun tidak memakainya atau jarang memakainya. Bisa juga merupakan kondisi mata yang sudah lama buram namun tidak mau berkacamata atau terlambat memakai kacamata.

2. Strabismus (Mata Juling)

Kondisi ketika kedua mata tidak sejajar dan melihat ke arah yang berbeda seperti ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.

3. Kesalahan Bias (Kesalahan Pemfokusan)

Terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat fokus kedua mata, misalnya satu mata rabun jauh -1, sedangkan mata lainnya -5. Kondisi ini menyebabkan mata memiliki dua fokus berbeda.

Pada penderita mata malas, otak akan mulai mengabaikan mata yang lebih buram dan hanya menggunakan mata yang penglihatannya lebih sehat dan jernih untuk melihat.

Otak pada akhirnya lebih bergantung pada mata yang lebih kuat dan sehat, sedangkan mata dengan penglihatan yang lebih lemah akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Meski jarang terjadi, mata malas bisa menyerang kedua mata secara bersamaan.

4. Obstruksi Penglihatan (Obstruksi Penglihatan)

Hambatan pada mata seperti kelopak mata yang terkulai dapat menghalangi cahaya masuk ke retina mata. Bisa juga karena lensa mata keruh atau kekeruhan pada lapisan depan mata sehingga menyebabkan katarak.

5. Faktor Genetik

Genetika dari anggota keluarga yang memiliki penyakit mata malas atau gangguan mata lainnya juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami mata malas sejak lahir.

Gejala Mata Malas

Mengutip dari berbagai sumber, sebagian anak-anak hingga orang dewasa mungkin tidak menyadari bahwa dirinya memiliki mata malas. Jadi, orang tua bisa lebih waspada dengan mewaspadai gejala-gejala berikut ini:

  • Kedua mata tampak tidak berfungsi secara bersamaan.
  • Salah satu mata tidak sejajar dengan mata lainnya (seperti menyipitkan mata).
  • Kesulitan memperkirakan jarak.
  • Sering terbentur benda (terutama pada salah satu sisi tubuh).
  • Sering menutup salah satu mata atau menyipitkan mata.
  • Sering memiringkan kepala ke satu sisi.
  • Memiliki kelopak mata yang terkulai.

Foto: pengguna18526052/Freepik

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata malas pada anak

Mata malas tidak dapat disembuhkan, karena retina tidak dapat beregenerasi. Penanganan mata malas juga harus dilakukan sedini mungkin. Idealnya sebelum usia 7-10 tahun, karena pada masa ini sistem penglihatan pada mata anak masih sangat plastis.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan:

1. Terapi Visual

Latihan atau terapi visual dapat dilakukan dengan melatih mata yang lemah. Misalnya mewarnai garis, menghubungkan titik-titik, atau melakukan terapi push-up pensil (pelatihan fokus) di bawah pengawasan dokter.

2. Menggunakan kacamata korektif

Kacamata dapat digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi (kesalahan fokus) sehingga gambaran jelas dapat sampai ke otak. Penggunaan kacamata dapat diaplikasikan bagi penderita mata malas atau ambliopia ringan.

Jadi sifatnya konservatif yaitu menjaganya agar kedepannya mata malas itu tidak menjadi lebih buruk. Caranya adalah dengan tetap memakai kacamata. Jika ukurannya berubah, ganti kacamata dengan ukuran terbaru yang sesuai.

3. Terapi Oklusi (Penutup Mata)

Mata yang lebih kuat ditutup dengan penutup mata atau tambalan selama beberapa jam sehari. Durasi penggunaan biasanya ditentukan oleh dokter mata.

Tujuan utama terapi ini adalah memaksa otak menggunakan mata yang lebih lemah untuk bekerja lebih keras agar menjadi lebih terlatih dan kuat.

4. Tetes Mata Atropin

Sebagai alternatif penutup mata, obat tetes mata atropin diberikan pada mata yang lebih kuat. Atropin membuat penglihatan mata yang lebih kuat menjadi kabur untuk sementara, sehingga secara alami memaksa otak untuk mengandalkan penglihatan dari mata yang lebih lemah.

5. Pemeriksaan mata secara rutin

Rutinlah memeriksakan mata Anda, khususnya retina, setiap 6 bulan sekali ke dokter spesialis mata.

BACA JUGA: Bisa Terjadi pada Anak, Kenali 10 Gejala dan Penyebab Mata Sipit

Penting bagi orang tua untuk mengingat bahwa deteksi dan pengobatan dini adalah kunci keberhasilan pengobatan ambliopia. Jika terlambat, penurunan penglihatan pada mata malas bisa menjadi permanen hingga dewasa. Pemeriksaan mata secara rutin pada anak sangat dianjurkan, terutama bila ada riwayat keluarga dengan mata malas atau mata juling.

Menutupi: 8foto/Gratispik



Agen Togel Terpercaya

Bandar Togel

Sabung Ayam Online

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel