Benarkah perubahan gaya hidup saat puasa membuat anak sulit konsentrasi? Atau justru fokus belajar sambil puasa bisa meningkat? Cek faktanya di sini.
Melaksanakan kegiatan belajar sehari-hari di sekolah selama bulan puasa tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi anak-anak. Apalagi bagi anak usia dini, misalnya kelas 1-3 SD, sebagian masih belajar puasa.
Badan lemas, perut lapar dan mengantuk akibat perubahan gaya hidup saat berpuasa rentan mengintai dan dapat mempengaruhi fokus anak saat belajar. Benarkah puasa membuat anak sulit fokus?
Pengaruh Puasa Terhadap Konsentrasi Belajar Anak
Saat berpuasa, pola makan dan tidur anak berubah. Perubahan pola makan ini menyebabkan kadar glukosa darah menurun. Padahal, glukosa dibutuhkan otak sebagai sumber energi utama untuk menjalankan fungsinya, seperti berpikir, belajar, memecahkan masalah dan lain sebagainya. Penurunan kadar glukosa darah ini bisa membuat tubuh anak terasa lemas dan sulit berkonsentrasi.
Sama halnya dengan pola tidur. Perubahan pola tidur saat puasa, ditambah kurangnya asupan energi, membuat anak lebih cepat merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Hal ini juga dapat mempengaruhi daya ingat dan konsentrasi anak.
Faktanya, puasa ternyata bisa meningkatkan fungsi otak
Selain puasa yang bisa mempengaruhi fokus anak. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa justru dapat meningkatkan fungsi otak. Puasa dikatakan dapat meningkatkan produksi protein Faktor Neurotropik yang Berasal dari Otak (BDNF) yang berperan dalam meningkatkan fungsi kognitif dan memori.
Dilansir dari website Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar, M. Biomed., MD., Ph.D. yang juga seorang ahli saraf mengatakan, puasa dapat membuat otak bekerja lebih baik, meningkatkan kesehatan mental, dan mengoptimalkan fungsi kognitif.
Baca juga: 10 Hikmah Penting yang Dipetik Anak Saat Puasa Ramadhan, Tak Hanya Melawan Rasa Lapar
Dari sisi ilmu saraf, Taruna menjelaskan, puasa memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan saraf otak. Puasa dapat meningkatkan neurotransmiter otak. Ia menjelaskan, ada tiga bentuk utama jaringan otak yang mempengaruhinya.
Pertama, neurosinaptik, ketika otak terlibat dalam pembelajaran baru. Dijelaskannya, jika kita berpuasa sebulan penuh, struktur otak kita diarahkan untuk melatih berpikir positif. Hal ini dapat membentuk perilaku yang tadinya lebih mudah marah, menjadi lebih sabar.
Kedua, neurogenesis, yaitu proses regenerasi sel-sel saraf di otak untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Taruna menjelaskan, saat berpuasa akan terjadi proses autophagy pada sel-sel otak yang rusak, yang kemudian melahirkan sel-sel baru, dan meregenerasi sel-sel yang lebih muda. Hal ini membuat otak kita lebih segar dan mudah mengingat.
Ketiga, kompensasi saraf. Seiring bertambahnya usia seseorang, plastisitas otaknya menurun. Namun dengan membiasakannya maka kinerja otak yang terlatih akan semakin baik. Saat berpuasa, kemampuan kompensasi otak kita menjadi lebih baik. Dengan berlatih puasa, otak akan berusaha melatih dirinya dengan lebih baik.
Cara Agar Anak Tetap Fokus Belajar Saat Puasa
Secara ilmiah, puasa dapat mempengaruhi konsentrasi anak akibat perubahan gaya hidup selama berpuasa; namun juga dapat meningkatkan fungsi kognitif anak.
Jadi, apa yang terjadi pada anak kita tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Orang tua perlu membantu anaknya menjalani proses adaptasi di awal puasa, demi kelancaran puasa dan proses pembelajaran akademik.
Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Alia Mufida, M.Psi., Psikolog yang akrab disapa Fida, apakah anak tetap bisa fokus belajar saat berpuasa dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Foto: Gambar oleh freepik
“Pertama usia anak, kemudian kondisi sosial budaya anak termasuk lingkungan sekolah dan keluarga, serta seberapa mendukung lingkungan tersebut bagi anak. Dan, yang tidak kalah penting adalah asupan gizi anak, termasuk gizi lengkap dan terpenuhinya cairan tubuh saat berbuka hingga sahur,” jelas Fida.
Baca juga: MD Tanya Ahlinya: Sahur Bergizi dan Menu Buka Puasa untuk Anak
Waktu Terbaik Anak Fokus Belajar Sambil Puasa
Fida melanjutkan, “Untuk membantu anak tetap fokus belajar saat berpuasa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua, yaitu:
- Pastikan asupan cairan dan nutrisi tercukupi saat sahur, berbuka hingga waktu tidur. Hal ini penting agar saat berpuasa Anda tidak mengalami kekurangan cairan yang menyebabkan hilangnya fokus atau badan lemas.
- Waktu terbaik untuk belajar biasanya pada pagi hari setelah sahur saat energi masih cukup tinggi; atau di malam hari setelah berbuka puasa. Tidak disarankan untuk belajar di sore hari ketika energi biasanya paling rendah; di mana tantangan seperti “otak puasa kabut” bisa terjadi dan membuat anak sulit fokus.
- Prioritaskan pembelajaran. “Anak-anak membutuhkan dukungan orang tua dan guru untuk membantu memilih dan memilah pelajaran atau latihan apa yang perlu mereka pelajari terlebih dahulu agar dapat menggunakan waktu dan tenaga mereka seefisien mungkin.”
Kesimpulannya, meskipun puasa dapat mempengaruhi kemampuan konsentrasi belajar anak, namun dengan strategi yang tepat dan dukungan orang tua, anak dapat tetap fokus belajar dan menjaga prestasi akademiknya selama berpuasa.
Baca juga: 16 Rekomendasi Buku Anak Bertema Ramadhan dan Puasa, Bikin Si Kecil Makin Semangat Beribadah
Sampul: Gambar oleh jcomp di Freepik
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch